Selasa, 07 September 2021

BELUM SADAR

 Hal penting menyapa kita, namun malah tidak dihiraukan.

kita pikir hal penting itu belum.penting jadi kita lebih fokus pada selainnya.

kita baru tahu kalo hal penting itu penting setelah kita paham dan sadar kalo kita sedang butuh terkait hal penting.

Minggu, 05 September 2021

KEPENATAN

Kesibukan dan aktifitas keseharian di kota yang berhubungan dengan pekerjaan menyita perhatian diri.

Banyaknya peran dan tugas yang dijalankan membuat tujuan kadang tidak terang lagi terlihat.

Masalah kecil pun berpotensi mengalihkan fokus, apalagi keinginan dan rencana baru.

Tertatanya aktifitas dunia mendukung pencapaian tujuan akhirat, dengan iman ilmu dan taqwa dunia bermanfaat menghasilkan kesuksesan akhirat.

Seperti asinnya rasa air laut tidak membuat daging ikan terasa asin. Semoga urusan dunia tidak membuat jiwa kita terkotori urusan duniawi.

Sabtu, 14 Agustus 2021

MEMBACA YUK..


Membaca merupakan aktifitas yang positif. Orang yang membaca lebih berpengetahuan dibanding orang yang tidak membaca. Membaca bisa mengingatkan kita pada informasi lama yang pernah kita ketahui, bisa juga menambah semakin tahu, suatu hal yang tadinya kita memang belum punya pengetahuan tentang hal tersebut.

Membaca secara umum bisa berarti proses mengumpulkan informasi tentang kondisi melalui proses mengamati atau bertanya pada pihak lain yang lebih tahu. Sedangkan membaca secara khusus (mekanis) yaitu mengeja huruf / tulisan kata demi kata atau kalimat demi kalimat, sampai kita mengumpulkan makna demi makna dari teks tulisan yang kita baca.

Membaca akan lebih bermakna bagi pelakunya manakali ia berhasil menghubungkan (connected) antara informasi yang dikumpulkan dengan tiga hal;

1. diri pembaca

2. lingkungan pembaca

3. info atau teks lain yang pernah dibaca

Menghubungan informasi yang didapat dengan diri pembaca akan lebih berdampak, semisal pembaca menangkap informasi tentang hal positif, kemudian ia menyimpan dan berencana mengamalkan atau setelah membaca ia mengetahui hal buruk dan berencana menghindari dari hal buruk tersebut, maka ia bisa dikatakan telah memaknai.

Menghubungkan isi bacaan dengan lingkungan pembaca, maksud saya yaitu setelah memahami bacaan seorang pembaca berfikir tentang perubahan apa yang bisa dilakukan bersama, agar lingkungan di sekitar pembaca semakin baik seperti yang dibahas pada isi bacaan. 

Mengkoneksikan isi bacaan dengan teks lain, maksud saya setelah membaca, pembaca menghubungkan informasi baru yang didapatkan dengan informasi yang sementara ini telah diketahui. Bisa jadi info yang baru dibaca sejalan dengan pengetahuan lama, atau bisa juga berlawanan.

Mari rajin membaca, mulai berlatih membaca dari hal yang mudah yang ada di sekitar kita. Semoga kita menjadi insan yang produktis dan termasuk pribadi yang beruntung.

QS. Az-Zumar Ayat 9

Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.

Jumat, 13 Agustus 2021

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

 


Resume ke  : 15

Tema            : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber : Bpk. Susanto, S.Pd

Gelombang  : 19

Moderator    : Ibu Maesaroh

Materi Pelatihan Belajar Menulis kali ini sangat menarik bagi saya karena berhubungan langsung dengan kompetensi penulis dalam meningkatkan kualitas tulisan sebelum dipublikasikan. Selain itu narasumber dalam pelatihan kali ini juga sangat pengalaman dalam mengedit beberapa tulisan hingga layak terbit. Beliau Bpk. Susanto, S.Pd yang aktif menulis buku antologi dan sangat giat membantu mengedit banyak buku. Tentu pengalamannya perlu kita jadikan pelajaran, karena dengan penulisan yang tepat makna dan pemahaman akan diterima sengan baik oleh pembaca dan terhindar dari multi tafsir yang tidak kita harapkan.

Dengan di moderator ibu Maesaroh, pertemuan online pelatihan belajar menulis ini semakin meriah. Narasumber mengingatkan kembali terkait swasunting, Materi sebelumnya, oleh Pak "Mazmo" Sudomo, banyak dikutip sebagian besar peserta yang mengumpulkan tulisan resume pelatihan: Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

Dengan merendah Pak Susanto menyampaikan, "Saya yakin, banyak di antara Bapak atau Ibu yang sdh menjadi Proofreader atau bahkan editor pada penerbitan. Oleh karena itu, saya mohon izin. Ibarat menggarami lautan, untuk Bapak dan Ibu yang berprofesi sebagai proofreader, kita dapat berbagi pada kesempatan selanjutnya."

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Karena intinya, Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan. Dalam hal ini sangat sesuai dengan nasihat para pakar menulis, yakni: "Tulis saja, jangan pedulikan teknis. Salah nggak papa mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing."

Yang sering terjadi, ketika "sedang" menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna. Sehingga, muncul kehawatiran: nanti tulisan jelek, tdak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki. Hal lain (biasanya seorang blogger) ingin segera menerbitkan tulisan. Begitu selesai menulis, mungkin karena mengejar target atau ingin segera memublikasikan, langsung klik tombol kirim.

Apa yang terjadi? Yang pertama, alih alih tulisan menjadi lebih baik, malah tulisan "nggak jadi-jadi". Untuk yang kedua, maksud hati membuat tulisan yang menarik, akibat kekurangcermatan dalam pengetikan tulisan di blog, tulisan menjadi berkurang nilai kemenarikannya. Sayang, ya?. Oleh karena itu, proofreading sangat penting. Ketimbang kita "menyewa" proofreader, lebih baik kita lakukan sendiri, 'kan?

Dalam proofreading, memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks yang dimaksud adalah memeriksa kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata. Apa bedanya dengan mengedit? Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan. Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Ada juga yang berpendapat, Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi. Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca, ya. Seorang proofreader juga harus memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami pembacanya. Jadi, ia harus dapat mengenali apakah sebuah kalimat efektif, struturnya sudah tepat atau belum, hingga memastikan agar substansi tulisan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca. Anda yang jago bahasa asing, jika mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut. Jadi, apa kesimpulannya? Tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Cerita pengalaman sedikit ketika menjadi proofreader dan mengedit naskah antologi teman-teman. Ada tulisan yang sudah bagus, uraian sesuai tema, struktur bahasanya bagus, kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, tetapi terjadi kesalahan dalam meletakkan tanda koma atau tanda baca lainnya. Ada juga tulisan yang masih "kacau" dari segi struktur, misalnya karena kalimatnya berupa kalimat majemuk yang terdiri dari banyak sekalai kalimat tunggal, maka proofreader harus bisa memanngkasnya dan menjadikannya kalimat yang mudah dipahami. Tentu substansi dan maksud penulis tidak berubah.

Contoh sederhana proofreading:

Teks asli

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Teks Perbaikan

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Dalam KBBI:

non (adv) tidak; bukan: nonaktif; nonberas

Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara). Misalnya: Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup. Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya.

Semoga dengan materi pelatihan yang menarik ini kita semakin mampu meminimalisir kesalahan. Semakin lihai saat menulis tulisan berikutnya dan makin cakap dalan swasunting pasca penulisan. Selamat berkarya kembali..

Rabu, 11 Agustus 2021

Menulis Buku Mayor Dalam Seminggu



Resume ke  : 14

Tema            : Menulis Buku Mayor Dalam Seminggu

Narasumber : Bpk. R. Eko Indrajit

Gelombang  : 19

Moderator    : Mr. Bams

Pelatihan malam kali ini serasa sangat menantang bagi saya dan para peserta lain. Narasumber pada pertemuan kali ini memberi tantangan yang sangat ekstrim dari segi waktu yaitu Menulis buku Mayor dalam seminggu saja. Tantangan tersebut meskipun dirasa sangat berat, ternyata banyak penulis yang berhasil di sesi sebelumnya. Saya juga ingin ikut serta menerima tantangan dari narasumber yaitu beliau Bpk. R. Eko Indrajit seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita.

Bersama Moderator keren Mr. Bams Beliau adalah guru TIK di SMP Taruna Bakti Bandung. Sebuah sekolah swasta ternama di kota Bandung dengan segudang prestasi, menemani peserta pelatihan mencerna materi yang sangat menarik, berdaging, dan lagi-lagi menantang kemampuan para peserta didik. Narasumber yang selain dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam maupun luar negeri.

Narasumber merupakan pengisi yang sangat menginspirasi banyak penulis, pasalnya melalui akun Channel youtube nya beliau berhasil meramu ide dan menerbitkan buku. Ekoji buku: Setelah semua yang saya katakan dituliskan (tentu saja dengan struktur yang sudah disepakati bersama), maka saya minta para guru untuk MELENGKAPI dan MEMPERKAYA-nya dengan referensi lain yang dapat mereka temukan di internet.

Setelah satu bulan, semua hasil karya para guru yang rata-rata di atas 100 halaman, saya serahkan ke PENERBIT ANDI, Oleh PENERBIT ANDI dilakukan reviu berdasarkan sejumlah kriteria dan indikator, dan diputuskanlah mana yang harus direvisi minor, mayor, dan yang tanpa revisi untuk diterbitkan. Hasilnya, angkatan pertama yang diberi nama PELOPOR berhasil menerbitkan 19 buah buku, dimana para guru menjadi penulis pertama dan saya ditempatkan sebagai penulis kedua

Berkaca pada keberhasilan tersebut, ternyata meningkatkan motivasi dan gairah guru-guru lain untuk menyusul berkarya, dan secara berturut-turut keluarlah angkatan berikutnya. Hal serupa kami ulangi dengan bekerja sama erat bersama teman-teman hebat dan profesional dari Penerbit ANDI. Alhasil hingga saat ini telah lebih dari 50 buku diterima dan diterbitkan oleh Penerbit ANDI, baik dalam bentuk buku fisik maupun e-book.


Awalnya memang terasa sulit, karena inisiatif ini relatif baru bagi para guru, tapi dengan semangat, motivasi diri, dan saling membantu, semuanya indah pada waktunya. Yang buat narasumber BANGGA adalah beberapa hal - pertama adalah selain para guru berhasil menerbitkan buku, ada yang telah berhasil menerbitkan beberapa buku hingga hari ini, dan kedua adalah karena sudah ada yang berani menerbitkan buku secara mandiri - dalam arti kata memulai semuanya dari nol (tanpa harus bertumpu mencari ide dari EKOJI CHANNEL)

Tampaknya sangat kreatif, produktif dan keren ya teman-teman. Semoga melalui tantangan dan bimbingan narasumber kita bisa menulis sebuah buku baru yang lebih segar, semangat dan bermutu tentunya, selamat mencoba menulis bersama Bpk. R. Eko Indrajit




Senin, 09 Agustus 2021

Kiat Menulis Cerita Fiksi

 


Resume ke  : 13

Tema            : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Narasumber : Bpk. Sudomo, S.Pt.

Gelombang  : 19

Moderator    : Ibu Aam Nurhasanah


Kiat Menulis Cerita Fiksi merupakan tema yang dinantikan oleh sebagian peserta pelatihan belajar menulis PGRI, karena dengan mengikuti secara seksama diharapkan peserta akan mendapat tambahan kiat. Bisa jadi dengan kiat yang disampaikan narasumber para calon penulis bisa membuahkan ide fiksi dalam sebuah buku. Hal ini tentunya akan semakin melatih calon penulis, dengan mendapat pencerahan baru yang lebih segar dan lebih solutif. 

Materi tentang kiat menulis kali ini disampaikan oleh Bpk. Sudomo, beliau seorang Guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar di Lombok Barat, luluan S1 Peternakan Universitas Diponegoro, namun karyanya tak tanggung-tanggung yaitu 10 buku fiksi dan 2 buku non-fiksi serta belasan prestasi telah diraihnya. Salah satunya Menjadi Juara 1 Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB tahun 2011. 

Narasumber ditemani seorang moderator yang sangat berpengalaman dalam kepenulisan yaitu ibu Aam Nurhasanah. Hal yang disampaikan oleh Bapak alumni peserta Belajar Menulis bersama Omjay gelombang 16 ini yaitu tentang manfaat dari setiap kesempatan. Seperti pengalaman narasumber mengikuti lomba, manfaat yang didapatkan yaitu kemampuan menulisnya semakin terasah dengan baik. Kemudian pengalaman manulis bersama, beliau mendapat manfaat yaitu bertemu dengan komunitas penulis dan penerbit antologi buku. Pengalaman menulis di blog juga memberi manfaat seorang penulis / Blogger Influenser. Menyempatkan diri mengikuti komunitas juga dapat meningkatkan kompetensi menulis. Pengalaman menulis buku merupakan manfaat yang memuaskan karena bisa menghadirkan bukti fisik karya pengembangan profesi.

Perjalanan panjang itu, baik dari pengalaman pribadi maupun dari ikut latihan belajar manulis, akhirnya mengantarkan beliau terbawa semakin dalam ke dunia menulis fiksi pada saat mengikuti kelas menulis Omjay gelombang 16. Saat membuat tugas resume kelas menulis, laki-laki yang tinggal di Kelurahan Ampenan Tengah Kecamatan Ampenan Kota Mataram NTB itu, mencoba menghasilkan karya yang berbeda dari yang lain, yaitu menulis resume kelas menulis dengan teknik fiksi.

Dari materi tersebut beliau akan mengupas beberapa materi saja. Hal ini karena pada dasarnya materi lain sudah sangat sering kita baca dan bahkan pahami. 

Pertama, yaitu mengapa kita harus menulis fiksi? Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis fiksi. Alasan utama adalah salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)  adalah Teks Literasi Fiksi. 

Kedua, syarat menulis fiksi,  yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga konsistensi menulis fiksi.

Ketiga, bentuk-bentuk cerita fiksi, yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel. Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita. Selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf.

Keempat, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang. Dari sekian unsur ada premis yang mungkin baru bagi Bapak/Ibu.

Kelima, kiat menulis fiksi.

- Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;

- Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi

- Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai

- Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi



Tentang premis beliau menyampaikan Apa itu premis? 

Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi. Contoh premis: Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi. Dari contoh jika dijabarkan adalah sebagai berikut: 

karakter: anak

tujuan tokoh: kedamaian bumi

rintangan: melawan penyihir jahat

resolusi: belajar sihir

Menulis, terkait membuka  cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.

Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

Tuntas sudah kiat hebat itu disampaikan narasumber pada kita semua, semoga peluang demi peluang bisa kita manfaatkan dengan mencoba menerapkan dalam membuat tulisan fiksi yang tidak kalah menariknya dari genre lain. Selamat mencoba hingga pecah telur, terbitkan buku fiksi yang penuh arti.

Sabtu, 07 Agustus 2021

PANCARAN SIFAT BIJAK

 

Bijak tidaknya sikap seseorang akan tampak dari respon yang ia tunjukkan ketika harus menghadapi realita. Satu contoh yang dapat kita amati seseorang yang lapar dan dihadapkan pada hidangan yang siap santap.

Orang yang bijak ia akan mengoleksi data dan informasi dahulu sebelum mutuskan untuk menikmatinya. Apakah ia berhak atas hidangan itu, atau ia hanya saksi atas keberadaan menu masakan yang pasti enak. Bijakannya menuntun agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Sementara orang yang gegabah ia tidak berfikir nantinya akan bagaimana. Ia berfokus pada dorongan nafsu sesaat, masalah akibat baginya sesuatu yang bisa diatur sesukanya nanti. Mumpung ada langsung saja diembat.

Kebijakan kita tidak lahir begitu saja tanpa direncana, kebijakan ada karena usaha dan latihan yang terus menerus. Kebijakan merupakan buah dari kesabaran dan kesadaran bahwa di kemudian hari akan ada balasan yang adil.

Orang yang bijak tidak memiliki kekhawatiran terhadap hari esok, karena semua takdir baik akan didapatkan jika ia mengisi masa kini dengan kearifan dan kebijakan hidup.

Hati yang bersih memancarkan cahaya kebijakan. Amalan hati dan tingkah laku yang baik pasti dibalas dengan kebaikan pula.

“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An'am ayat 160)

Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk berpihak dan lebih condong pada kebijaksanan.

Daster Batik